BLOGGER TEMPLATES AND Blogger Templates »

Agustus 07, 2011

Therapy Stem Cell


Tidak hanya uang yang bisa ditabung untuk masa depan. Saat ini sel tubuh sendiri pun dapat disimpan untuk mengobati penyakit di masa tua. Di negara maju seperti Inggris, Amerika dan Singapura, sudah ada bank khusus untuk tempat penyimpanan stem cell, di mana sel ini disimpan dalam suhu yang sangat rendah untuk menjaganya dari kerusakan.

Pengembangan terapi dengan stem cell membawa harapan baru bahwa penyakit-penyakit degeneratif dapat diobati, dengan sel-sel yang diperoleh dari tubuh pasien sendiri dan tidak perlu lagi mengandalkan dari donor. Kini, riset tentang stem cell tengah menjadi bintang di bidang biomolekuler. Para ilmuwan makin memperdalam ilmu tentang sel ini dengan memperbanyak riset sehingga terapi stem cell dapat diterapkan tanpa ada lagi keraguan.

Sebetulnya riset mengenai stem cell sudah dimulai cukup lama. Topik ini ramai dibicarakan sejak tahun 1970an, di mana pada saat itu dari suatu penelitian diketahui bahwa sel yang diambil dari sum-sum tulang belakang embrio dapat berdiferensiasi (berubah) menjadi tulang, tulang rawan, dan sel lemak bila sel tersebut ditransplantasikan. Namun hingga saat ini stem cell yang didapat dari embrio masih menuai kontroversi karena dianggap melanggar etika. Berbagai pemuka agama yang fanatik menentang penggunaan terapi stem cell yang diambil dari embrio, karena dianggap tidak etis untuk menggunakan embrio bagi kepentingan perawatan dan eksperimental. Kini telah dikembangkan stem cell yang diambil dari sumber-sumber lain selain embrio, yang disebut adult stem cell, seperti dari tali pusat, cairan amniotik, sum-sum tulang belakang, jaringan lemak, otak, dan gigi.

Riset stem cell menawarkan potensi yang sangat besar untuk kemajuan terapi klinis, karena  stem cell dapat digunakan untuk menggantikan sel yang hilang atau rusak akibat penyakit sistemik yang berat seperti Parkinson, diabetes, kanker, jantung, hingga degenerasi syaraf dan penyakit autoimun. 

Apa Itu Stem-Cell?
Dalam bahasa Indonesia, stem cell disebut sel punca atau sel induk. Ringkasnya, stem cell adalah sel yang masih belum matang dan belum berdiferensiasi (berubah) menjadi sel atau jaringan tertentu. Nantinya sel ini dapat bereplikasi menjadi sel yang serupa atau menjadi sel lain yang sama sekali berbeda.

Dalam bahasa kedokteran, stem cell dapat berupa sel  unipoten (hanya dapat berubah menjadi satu jenis sel), multipoten (dapat berubah menjadi beberapa jenis sel), atau totipoten (dapat berubah menjadi jaringan apapun). Dengan kemampuan inilah stem cell diyakini dapat menyembuhkan sel-sel tubuh yang rusak atau hilang karena penyakit yang berat, dengan cara beregenerasi menjadi organ atau jaringan yang rusak tersebut.

Sumber-sumber Stem Cell
Stem cell bisa didapat dari tubuh pasien sendiri, yang disebut autogenous, atau didapat dari donor dan disebutallogenous. Sejauh ini, stem cell yang tersedia lebih banyak berasal dari donor, namun tidak dapat dipastikan apakah sel tersebut akan menimbulkan reaksi penolakan dari pasien.

Lain halnya dengan sel autogenous, karena berasal dari tubuh pasien sendiri maka lebih kecil kemungkinan terjadinya reaksi penolakan dan infeksi silang dari sel donor. Selain itu pasien juga tidak membutuhkan obat-obatan immunosupresif yang biasa digunakan untuk mengurangi reaksi penolakan bila transplantasi dilakukan dengan sel donor.

        
Seperti telah disinggung di atas, stem cell dapat diperoleh dari embrio, yaitu sel dari mass bagian dalam blastosit selama perkembangan embrionik. Stem cell yang berasal dari embrio ini mampu berubah menjadi sel jenis apapun, dan dapat bereplikasi hingga beberapa generasi.

Selain itu, stem cell juga dapat diperoleh dari sel dewasa, di antaranya tali pusat, cairan amniotik, sum-sum tulang belakang, jaringan lemak, otak, dan gigi. Belum lama ini peneliti berhasil mengembangkan stem cell dewasa yang dipancing untuk berperilaku menjadi stem cell embrionik, yang disebut Induced pluripotent stem cells (iPS). Sel ini dapat menghasilkan sejumlah besar stem cell dan dapat meregenerasi jaringan yang spesifik.

Sejauh ini, stem cell yang diperoleh dari darah tali pusat (umbilical cord stem cell) cukup banyak dieksplorasi untuk mengobati penyakit-penyakit yang berkaitan dengan darah seperti anemia dan kanker darah seperti leukimia. Peneliti dari University of Minnesota yang mempublikasikan temuannya bahwa efek stroke yang terjadi pada tikus di laboratorium dapat diatasi dengan menggunakan stem cell yang ditemukan dalama darah tali pusat. Namun sayangnya hanya ada satu kali kesempatan untuk mendapatkan stem cell dari darah tali pusat, yaitu saat bayi baru dilahirkan.

Stem cell yang didapat dari sum-sum tulang belakang adalah stem cell yang paling banyak tersedia saat ini. Jenis sel ini dapat diisolasi dari aspirasi sum-sum tulang belakang atau dari pengambilan stem cell yang berasal dari darah tepi setelah  sum-sum tulang dirangsang secara kimia. Stem cell yang didapat dari sum-sum tulang terdiri dari stem cell hematopoietik yang akan membentuk semua jenis sel darah dan juga sel stroma yang membentuk tulang, tulang rawan, jaringan ikat lain, dan juga lemak.

Gigi tidak ketinggalan untuk menjadi penghasil stem cell (dental stem cell). Stem cell dapat diperoleh dari pulpa gigi permanen maupun gigi susu, dan dari ligamen periodontal maupun struktur gigi lain. Dapat dikatakan bahwa gigi adalah sumber stem cell yang mudah didapat, karena bisa diperoleh dari pulpa gigi yang dicabut seperti pada keadaan gigi molar tiga (atau yang sering disebut gigi geraham bungsu) impaksi, gigi susu, atau gigi yang harus dicabut karena perawatan orthodontik. Gigi susu yang dicabut menawarkan keuntungan ekstra dibandingkan gigi lain sebagai sumber stem cell, karena didapati bahwa stem cell dari gigi susu tumbuh lebih cepat daripada sumber lain. Keuntungan lainnya adalah stem cell dari gigi susu mudah didapat, dan dapat disimpan (tentunya di tempat dan kondisi yang tepat) hingga saatnya dibutuhkan di masa depan. Proses pengambilannya juga tidak membuat pasien harus mengorbankan gigi sebagai sumber stem cell karena gigi susu secara alami akan mengalami pergantian dengan gigi permanen, dan trauma yang terjadi adalah minimal.

Para peneliti dari National Institutes of Health telah melakukan serangkaian penelitian mengenai dental stem cell ini. Menurut Pamela Gehron Robey, Ph.D., Kepala Bagian Craniofacial and Skeletal Diseases, National Institute of Dental and Craniofacial Research of the National Institutes of Health, bukan tidak mungkin di masa depan gigi yang cedera parah dan mengalami kematian, misalnya karena kecelakaan berkendara, dapat diregenerasi kembali.

Bagaimana dengan di Indonesia?
Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Dr dr Fachmi Idris, kemampuan individual para dokter Indonesia dalam teknologi  (stem cell) adalah yang paling maju di Asia. Ia juga menambahkan bahwa teknologi dan sarana kesehatan di Indonesia sudah sangat memadai untuk menangani tindakan medis, termasuk untuk melakukan pengobatan dengan terapi stem cell.

Seperti yang diberitakan oleh harian Kompas Oktober lalu, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PABDI) berhasil mengembangkan penggunaan sel punca (stem cell) yang diambil dari sumsum tulang belakang untuk mengobati pasien serangan jantung. Menurut pakar jantung PABDI Prof Teguh Santoso, PABDI telah berhasil mengobati 15 pasien penyakit jantung  di RSCM dan RS Kanker Dharmais dengan menggunakan stem cell dan menuai keberhasilan.

Pada bulan Februari lalu telah diresmikan Asosiasi Sel Punca Indonesia di Jakarta. Dengan adanya wadah resmi ini, diharapkan Indonesia akan semakin maju dan terus menerus mengembangkan terapi stem cell serta terus melakukan eksperimen di bidang ini. Meski masih diliputi pro dan kontra, harus diakui bahwa terapi stem cell adalah harapan di masa depan bagi banyak orang.

Manfaat ASI bagi Ibu dan Anak


breastfeeding in publicASI adalah gizi paling lengkap bagi bayi. ASI memiliki jumlah lemak, gula, air, dan protein yang tepat untuk pertumbuhan bayi dan perkembangannya. Kebanyakan bayi lebih mudah mencerna ASI daripada susu formula serta banyak risiko kesehatan bagi bayi yang tidak diberi ASI.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa, bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan lebih, dapat mengembangkan berbagai penyakit menular, termasuk infeksi telinga, diare, penyakit pernafasan dan memiliki riwayat sering sakit. Serta, bayi yang tidak diberi ASI memiliki 21 persen lebih tingkat kematian.

Studi di American Academy of Pediatrics, menunjukkan, bahwa bayi yang tidak diberi ASI memiliki tingkat kematian yang tinggi, dan tingkat lebih tinggi terkena leukemia, kelebihan berat badan dan obesitas, tingkat kolesterol serta asma.
Selain menjauhkan bayi dari berbagai penyakit, ASI memberikan keuntungan lebih pada bayi dengan nilai tes IQ-nya lebih tinggi dibanding bayi yang tidak diberi ASI ekslusif serta ASI memiliki antibodi untuk membantu melindungi bayi dari bakteri dan virus.

ASI tidak hanya bermanfaat bagi bayi, namun juga bermanfaat bagi ibu yang menyusui, karena dengan menyusui bisa menurunkan risiko kanker payudara dan ovarium serta kemungkinan risiko patah tulang dan osteoporosis setelah menopause. Selain itu, menyusui dapat meningkatkan ikatan ibu dengan bayi, dengan menyusui membantu bayi merasa lebih aman dan hangat.

Selain memiliki keuntungan bagi bayi dan ibu, ASI juga memiliki manfaat bagi masyarakat, menyusui akan menghemat biaya perawatan kesehatan. Karena, bayi yang diberi ASI jarang terkena penyakit.
Dalam skala jangka panjang, memberikan ASI eksklusif juga memberikan kontribusi ke masa depan dengan mencetak kemampuan dan kapabilitas bayi untuk menjadi calon tenaga kerja lebih produktif di masa depan. Terbukti, sebagian besar bayi yang diberikan ASI lebih cerdas dan sehat dalam hal nutrisi dibandingkan bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif. Bayi tidak hanya akan memiliki IQ yang mendukung, namun juga menjadi manusia di masa depan yang memiliki ketahanan tubuh lebih prima. Dengan demikian bayi menjadi manusia yang memiliki tingkat produktivitas yang tinggi dan membawa banyak manfaat tidak hanya kepada orang tua, tetapi juga masyarakat lebih luas.

Dari aspek lingkungan, aktivitas memberikan ASI eksklusif dengan menyusui langsung dapat mengurangi jumlah sampah plastik yang dihasilkan dari bekas kemasan susu formula maupun botol-botol bekas dari wadah susu.

Cegah Kanker Serviks Dengan Vaksin

Salah satu momok yang menakutkan bagi kebanyakan wanita adalah kanker serviks karena kanker ini menduduki peringkat pertama dari semua kanker yang menyerang wanita. Kanker ini telah diketahui disebabkan oleh sejenis virus yang dinamakan Human Papiloma Virus (HPV). Virus ini terdiri dari berbagai macam tipe. Namun terdapat 2 tipe yang paling membahayakan, yaitu HPV tipe 16 dan 18. 
Virus ini ditularkan melalui hubungan seksual. Namun tidak semua infeksi HPV dapat berkembang menjadi kanker serviks. Jika seorang wanita terinfeksi dengan HPV yang tipe lain yang tidak  begitu berbahaya, maka dengan kekebalan tubuhnya, wanita tersebut dapat terhindar dari kanker serviks. Biasanya HPV yang berkembang menjadi kanker serviks adalah yang tipe 16 dan 18. Faktor risiko lain yang mempengaruhi terjadinya kanker serviks adalah:
  • Hubungan seksual pertama kali pada usia muda
  • Banyak melahirkan
  • Penggunaan kontrasepsi hormonal dalam jangka waktu lama (10 tahun)
  • Faktor gizi
  • Penyakit seksual lainnya

Cara untuk mengetahui secara dini
Karena pada dasarnya setiap kanker itu jika ditemukan dalam tingkatan yang dini, maka akan lebih mudah dalam penanganannya. Untuk itu diperlukan pendeteksian secara dini terhadap kanker serviks. Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk mengetahui secara dini adalah Pap Smear. Sensitifitas Pap Smear mecapai 90% bila dilakukan setiap tahun. Karena kanker serviks ditularkan melalui hubungan seksual, maka wanita yang sudah pernah melakukan hubungan seksual hendaknya melakukan Pap Smear setiap tahun sekali.
 
Kegunaan vaksin HPV
Para wanita boleh bernapas lega karena saat ini sudah ada vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks. Vaksin ini dibuat dengan teknologi rekombinan, sehingga mempunyai ketahanan yang kuat. Vaksinasi ini merupakan pencegahan yang paling utama. Perlindungan terhadap kanker serviks dengan vaksin ini mencapai 89%. Lama proteksi vaksin ini mencapai 53 bulan.
Vaksinasi ini diberikan untuk wanita yang belum terinfeksi atau tidak terinfeksi HPV risiko tinggi (16 dan 18). Vaksinasi untuk ibu hamil tidak dianjurkan, jadi sebaiknya vaksinasi diberikan setelah ibu melahirkan. Vaksin ini diberikan melalui suntikan di otot pada bulan 0,1, dan 6. Efek samping vaksinasi ini adalah nyeri lambung, nyeri sendi, nyeri otot, nyeri panggul, mual, muntah, diare, dan demam.

Agustus 06, 2011

Botolinum Toxin (BOTOX)


Kalau kita mendengar kata “botox”, yang ada di pikiran kita kemungkinan besar adalah kulit kencang. Ya memang, botox dewasa ini sering digunakan sebagai salah satu obat kecantikan. Namun sebelumnya, marilah kita menelusuri sejarah perkembangan botulinum toxin ini.

Toksin Botulinum adalah toksin saraf yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinum. Toksin (racun) ini merupakan salah satu yang paling berbahaya di dunia. Pada tahun 1950, peneliti menemukan bahwa dengan menyuntikkan toksin Botulinum ternyata dapat mengurangi kerja otot yang menyebabkan otot tidak mampu berkontraksi dalam waktu 4 – 6 bulan.

Awalnya, Alan Scott untuk pertama kalinya menggunakan toksin ini untuk mengatasi juling dan keluhan mata mengedip diluar kontrol kita (blepharospasme). Namun dewasa ini, ditemukan kegunaan toksin ini sebagai obat kosmetik. Pada saat penggunaan Botox untuk kepentingan pengobatan gangguan otot pada mata, ternyata juga didapatkan berkurangnya kerutan diantara kedua alis mata. Dan setelah dilakukan serangkaian uji klinik, pada tahun 2002 Botox telah mendapat ijin untuk digunakan sebagai obat kosmetik.
                                              
Gambar : Botox Sebelum dan Sesudah    
                                  
Ternyata Botox mempunyai sejumlah kegunaan lain disamping sebagai obat kecantikan, yaitu :
  1. Sakit kepala kronik
  2. Nyeri otot kronik
  3. Kaku leher
  4. Blepharospasme
  5. Keringat yang berlebihan
  6. Inkontinensia (ketidakmampuan menahan buang air) pada anak-anak
  7. Kekakuan yang diakibatkan oleh penyakit lain seperti stroke, Parkinson, dan Cerebral Palsy
  8. Gangguan sendi rahang
  9. Penyembuhan luka
  10. Air liur yang berlebihan
  11. Depresi
  12. Meningkatkan kecepatan pengosongan lambung


Namun, obat ini juga mempunyai efek samping, antara lain :
  1. Kelumpuhan
  2. Reaksi alergi
  3. Memar (lebih diakibatkan oleh cara penyuntikannya)
  4. Gangguan di wajah (senyum yang tidak simetris, kehilangan kemampuan menutup mata, kelopak mata yang turun)
  5. Kehilangan kemampuan mengunyah makanan yang keras

Untuk kepentingan kosmetik, Botox dibatasi dalam waktu penggunaannya. Jangka waktu penggunaannya dapat sekitar 6 minggu hingga 8 bulan. Semakin rendah dosis yang digunakan, semakin rendah juga derajat keracunannya. Jadi, sebelum kita memutuskan menggunakan Botox, sebaiknya kita konsultasi dahulu ke dokter kulit agar mendapat penjelasan yang lebih detail.

         Gambar : Botox

LASIK..For The Better Vision..



LASIK yang merupakan singkatan dari Laser In-Situ Keratomileusis merupakan salah satu dari Bedah Refraktif mata yang mampu memperbaiki tajam penglihatan melalui prosedur yang secara permanen mengubah bentuk dari kornea (selaput bening yang meliputi mata bagian depan) menggunakan laser dingin sehingga banyak orang bebas dari kacamata atau lensa kontak. Dengan teknologi LASIK ini maka gangguan miopia (rabun jauh), hipermetropia (rabun dekat), dan astigmatism (silinder) dapat dikoreksi. Di Indonesia, LASIK baru mulai dikenal sejak tahun 1993, di mana awalnya masih menggunakan pisau bedah untuk membuat flap kornea. Biaya LASIK di Indonesia berkisar antara 8-21 juta untuk 1 mata.

Skrining
Skrining dilakukan oleh dokter melalui pemeriksaan mata secara menyeluruh untuk menentukan apakah pasien tersebut memenuhi persyaratan untuk kandidat LASIK atau tidak. Pemeriksaan meliputi ketajaman penglihatan, luas lapang pandang, pemeriksaan menyeluruh semua bagian bola mata, pengukuran ukuran pupil, serta tekanan bola mata. Apabila pada pemeriksaan ini pasien memenuhi semua persyaratan, maka dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa pemeriksaan ketebalan dan kelengkungan kornea dengan alat Corneal Topography, serta Wavefront Analyzer untuk mengukur ketidakteraturan cahaya (abrasi) yang masuk melalui kornea mata.

Kandidat LASIK
Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi apabila akan menjalankan operasi LASIK ini diantaranya adalah :
  • Usia 21 tahun atau 18 tahun keatas apabila refraksi mata atau ukuran kacamata sudah stabil selama 1 tahun
  • Apabila memakai lensa kontak, maka harus lepas dari soft contact lens minimal 2 minggu, Rigid Gas Permeable (RGP) lenses dilepaskan selama 3 minggu, dan hard contact lens selama 4minggu sebelum evaluasi. Hal ini dikarenakan lensa kontak dapat mengubah bentuk kornea
  • Memiliki mata yang sehat sehingga meminimalkan risiko operasi
  • Memiliki salah satu atau lebih kelainan refraksi seperti miopia (rabun dekat), hipermetropia (rabun jauh), dan astigmatisme (silinder)
  • Tidak sedang hamil

Beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebagai faktor risiko operasi LASIK adalah :
 
  • Pupil yang besar. Kondisi pupil yang besar dapat mengakibatkan gambaran halo, percikan api atau bintang, dan pandangan ganda setelah operasi
  • Mata yang kering
  • Kornea tipis. Prosedur LASIK yang mengubah bentuk kornea (contoh: dengan mengambil sedikit jaringan kornea) apabila dilakukan pada kornea yang tipis dapat menyebabkan komplikasi perdarahan
  • Blefaritis. Blefaritis merupakan peradangan dari kelopak mata yang dapat meningkatkan risiko infeksi kornea setelah LASIK
  • Riwayat operasi refraktif sebelumnya

Risiko dan Komplikasi
Sebagian besar pasien merasa excited menantikan hasil operasi yang sudah mereka jalani. Namun seperti layaknya semua tindakan medis yang dijalankan, selalu ada risiko yang terkandung di dalamnya. Setiap individu memiliki karakteristik yang berbeda-beda, karena itu sangat penting untuk dipahami mengenai risiko dan komplikasi yang dapat terjadi selama tahapan Bedah Refraktif ini. Risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi diantaranya adalah:
  • Sindroma mata kering yang parah. Sebgai komplikasi dari operasi, mata seorang pasien dapat tidak memproduksi atau sangat berkurang produksi air matanya untuk menjaga mata tetap nyaman dan lembab. Hal ini dapat menyebabkan penurunan daya pandang, kabur, dan gejala lain
  • Efektifitas dan keamanan jangka panjang dari LASIK masih belum diketahui karena teknologi LASIK masih tergolong baru
  • Hasil tidak akan terlalu baik bagi pasien yang memiliki kelainan refraksi besar (minus pada mata>12, atau plus > 6)
  • Beberapa pasien dapat mengalami penurunan daya pandang yang tidak dapat dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak
  • Setelah operasi, beberapa pasien dapat mengalami gambaran halo, glare atau pandangan ganda yang mempengaruhi penglihatan di malam hari
  • Tidak semua pasien dapat memiliki tajam penglihatan 20/20 setelah operasi, beberapa masih membutuhkan kacamata atau lensa kontak meskipun dengan dioptri yang rendah
  • Bagi beberapa pasien dengan rabun dekat, hasil dari operasi dapat berkurang seiring dengan bertambahnya usia

Perawatan setelah lasik paling penting selama 1 bulan, selebihnya bisa beraktifitas biasa. Resiko paling buruk lasik bila terjadi infeksi yang berat

Prosedur
Satu hari sebelum operasi, sebaiknya anda tidak memakai make-up, krim, parfum, dan lotion. Perawatan bulu mata dengan mencucinya sebersih mungkin selama beberapa waktu sebelum operasi difungsikan untuk menghindari kotoran pada bulu mata sehingga mengurangi risiko infeksi.
 
Operasi dilakukan dengan menggunakan obat bius lokal berupa tetes mata sehingga anda akan tetap sadar selama operasi berlangsung. Selain itu pasien juga dapat diberi obat-obatan untuk membantu relaksasi. Dokter akan melakukan operasi LASIK dengan membuat flap (lapisan tipis) pada kornea baik menggunakan pisau (LASIK konvensional) atau menggunakan laser (Intralase LASIK). Lapisan tipis ini akan dibuka dan bagian dalam kornea disinari dengan laser dalm waktu kurang dari 30 detik untuk membuat permukaan kornea yang baru. Setelah penyinaran selesai, flap akan dikembalikan ke posisi semula dan akan melekat dengan sendirinya tanpa perlu dijahit. Seluruh prosedur LASIK hanya berlangsung kurang dari 30 menit dan menggunakan teknologi dengan keakuratan yang sangat tinggi.


Setelah operasi, mata akan mengalami perasaan terbakar, gatal, dan berair. Selain itu mungkin dapat terjadi pandangan kabur, sensitif teradap cahaya, glare, dan fluktuasi dalam penglihatan. Anda dapat diberikan obat untuk meredakan rasa sakit atau tetes mata untuk membuat mata merasa nyaman. Gejala-gejala ini akan membaik dalam waktu beberapa hari setelah operasi. Dokter akan meminta untuk tidak menggosok mata, tidak membasuh muka dan mengenakan make-up, serta mengenakan pelindung mata di kala malam dan kacamata di luar rumah sampai mata menyembuh sempurna.
 
Kontrol dilakukan dalam 24 – 48 jam setelah operasi dan rutin berkelanjutan setidaknya dalam waktu 6 bulan pertama. Pada kontrol pertama kali setelah operasi, dokter akan memeriksa mata secara keseluruhan dan tajam penglihatan. Dokter juga dapat memberikan tetes mata untuk mencegah infeksi atau peradangan pada mata. Kontrol dilakukan selama 3 bulan setelah selesai operasi. Untuk mencegah infeksi, sebaiknya tunggu sampai 2 minggu atau sesuai dengan saran dokter sebelum menggunakan krim, make-up, lotion sekitar mata. Dokter mungkin menyarankan untuk sering membersihkan bulu mata untuk menghindari infeksi. Sebaiknya menghindari olahraga yang dapat mengakibatkan trauma pada mata, hindari berenang atau berendam di air panas.
Olahraga dengan risiko trauma pada mata seperti tinju, karate, sepak bola, sebaiknya tidak dilakukan selama 4 minggu setelah operasi. Sangat penting untuk melindungi mata dari trauma. Membutuhkan waktu sekitar 3 – 6 bulan agar penglihatan menjadi stabil. Apabila anda mengalami gejala yang mengganggu atau bertambah parah setelah operasi, segeralah hubungi dokter anda. Gejala tersebut mungkin merupakan pertanda adanya masalah atau komplikasi yang dapat mengakibatkan kehilangan daya pandang.

Perlukah Menaikkan Berat Badan???


Sebelum memutuskan untuk menaikkan berat badan, pastikan dahulu status berat badan melalui rumus penghitungan indeks massa tubuh. Untuk mengetahui indeks massa tubuh anda, dapat dikalkulasikan dengan menggunakan rumus:
   Body Mass Index /
   Indeks Massa Tubuh
  =
Berat Badan
Tinggi Badan   x   Tinggi Badan

Atau lebih mudahnya, anda dapat menggunakan fitur aplikasi web penghitungan Body Mass Index / Indeks Massa Tubuhpada sebelah kanan tampilan website Klikdokter.com.

Jika hasil kalkulasi Body Mass Index (BMI) Anda dibawah angka ideal yakni, 18,5 maka anda masuk kategori kurus.

Banyak orang beranggapan, untuk menaikkan berat badan perkara mudah. Cukup makan kenyang banyak diikuti aktifitas tidur sesering mungkin. Memang benar berat badan naik, namun yang masuk ketubuh justru asupan gizi yang sembarang. Ada cara yang lebih baik.

Pada dasarnya untuk meningkatkan berat badan hal yang hanya diperlukan adalah menambah asupan kalori per hari. Secara ideal seorang pria dewasa yang aktif membutuhkan 2200 kkal setiap harinya. Sementara untuk wanita dewasa membutuhkan sekitar 1900 kkal per harinya.

Dalam kasus untuk menaikkan berat badan, anda cukup menaikkan kebutuhan kalori sebanyak 1000 kkal. Jika berjalan dengan baik, maka dalam seminggu umumnya berat badan akan naik setengah kilo dalam kurun waktu satu minggu.

Cukupi kebutuhan kalori setiap harinya menjadi 3000 kkal. Pada umumnya pola waktu makan orang adalah :
  • Pukul 7 pagi
  • Pukul 12 siang
  • Pukul 6 sore / 7 malam
Penting untuk diingat agar tidak melewati jadwal makan yang ada, keterlambatan waktu makan juga memicu pelbagai penyakit pula.


Cukup manfaatkan waktu diantara jam-jam makan tersebut untuk memakan cemilan tambahan. Seperti:


  • Selingi pada pukul 9 pagi:
100 gram roti (350 kkal), atau
100 gram burger (300 kkal), atau
100 gram pizza (250 kkal)



  • Selingan pada pukul 3 sore:
100 gram Biskuit (450 kkal), atau
100 gram Kue Brownies / Bolu (430 kkal)



  • Selingan pada pukul 9 malam:
100 gram susu / milkshake ditambah 100 gram pie cake (380 kkal), atau
100 gram susu / milkshake ditambah 100 gram Cheeseburger (350 kkal).



Pada prinsipnya bukanlah hanya dengan makan banyak, namun juga makan dengan makanan yang mengandung kalori lebih tinggi daripada yang dibutuhkan seharinya.
Seperti halnya menggantikan nasi dengan roti. Karena kalori roti lebih besar daripada nasi. Atau bisa juga tetap memakan nasi pada jam makan kemudian diikuti cemilan roti 1 jam sekali.
Terpenting dari semua kiat adalah melakukan aktifitas olahraga. Cobalah untuk mengonsumsi makanan yang mengandung kalori tinggi setelah berolahraga. Seperti roti, kacang dan lainnya. Sebab, pada saat nutrisi yang masuk terkonversi menjadi lemak akibat kurangnya aktifitas, maka lemak akan menumpuk di dalam tubuh dan sulit dihilangkan.

Tidak menutup kemungkinan hasil program bervariasi. Tergantung dari metabolisme masing-masing tubuh. Dianjurkan tetap mengonsultasikan hal gizi dengan konsultan gizi anda yang terpercaya atau pun oleh tenaga kesehatan yang berwenang lainnya.[](DA)

Siklus Menstruasi

Sebagaimana disebutkan pada artikel Fisiologi Menstruasi sebelumnya, Sikuls menstruasi normal dapat dibagi menjadi 2 segmen yaitu, siklus ovarium (indung telur) dan siklus uterus (rahim). Siklus indung telur terbagi lagi menjadi 2 bagian, yaitu siklus folikular dan siklus luteal, sedangkan siklus uterus dibagi menjadi masa proliferasi (pertumbuhan) dan masa sekresi.

Sistem hormonal yang mempengaruhi siklus menstruasi adalah:

  1. FSH-RH (follicle stimulating hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan FSH
  2. LH-RH (luteinizing hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan LH
  3. PIH (prolactine inhibiting hormone) yang menghambat hipofisis untuk mengeluarkan prolaktin
  
  Gambar 2. Siklus Hormonal
Pada setiap siklus menstruasi, FSH yang dikeluarkan oleh hipofisis merangsang perkembangan folikel-folikel di dalam ovarium (indung telur). Pada umumnya hanya 1 folikel yang terangsang namun dapat perkembangan dapat menjadi lebih dari 1, dan folikel tersebut berkembang menjadi folikel de graaf yang membuat estrogen.

Estrogen ini menekan produksi FSH, sehingga hipofisis mengeluarkan hormon yang kedua yaitu LH. Produksi hormon LH maupun FSH berada di bawah pengaruh releasing hormones yang disalurkan hipotalamus ke hipofisis.

Penyaluran RH dipengaruhi oleh mekanisme umpan balik estrogen terhadap hipotalamus. Produksi hormon gonadotropin (FSH dan LH) yang baik akan menyebabkan pematangan dari folikel de graaf yang mengandung estrogen.

Estrogen mempengaruhi pertumbuhan dari endometrium. Di bawah pengaruh LH, folikel de graaf menjadi matang sampai terjadi ovulasi. Setelah ovulasi terjadi, dibentuklah korpus rubrum yang akan menjadi korpus luteum, di bawah pengaruh hormon LH dan LTH (luteotrophic hormones, suatu hormon gonadotropik).

Korpus luteum menghasilkan progesteron yang dapat mempengaruhi pertumbuhan kelenjar endometrium. Bila tidak ada pembuahan maka korpus luteum berdegenerasi dan mengakibatkan penurunan kadar estrogen dan progesteron. Penurunan kadar hormon ini menyebabkan degenerasi, perdarahan, dan pelepasan dari endometrium. Proses ini disebut haid atau menstruasi. Apabila terdapat pembuahan dalam masa ovulasi, maka korpus luteum tersebut dipertahankan.

Pada tiap siklus dikenal 3 masa utama yaitu:

  1. Masa menstruasi yang berlangsung selama 2-8 hari. Pada saat itu endometrium (selaput rahim) dilepaskan sehingga timbul perdarahan dan hormon-hormon ovarium berada dalam kadar paling rendah
  2. Masa proliferasi dari berhenti darah menstruasi sampai hari ke-14. Setelah menstruasi berakhir, dimulailah fase proliferasi dimana terjadi pertumbuhan dari desidua fungsionalis untuk mempersiapkan rahim untuk perlekatan janin. Pada fase ini endometrium tumbuh kembali. Antara hari ke-12 sampai 14 dapat terjadi pelepasan sel telur dari indung telur (disebut ovulasi)
  3. Masa sekresi. Masa sekresi adalah masa sesudah terjadinya ovulasi. Hormon progesteron dikeluarkan dan mempengaruhi pertumbuhan endometrium untuk membuat kondisi rahim siap untuk implantasi (perlekatan janin ke rahim)
Siklus ovarium :
  1. Fase folikular. Pada fase ini hormon reproduksi bekerja mematangkan sel telur yang berasal dari 1 folikel kemudian matang pada pertengahan siklus dan siap untuk proses ovulasi (pengeluaran sel telur dari indung telur). Waktu rata-rata fase folikular pada manusia berkisar 10-14 hari, dan variabilitasnya mempengaruhi panjang siklus menstruasi keseluruhan
  2. Fase luteal. Fase luteal adalah fase dari ovulasi hingga menstruasi dengan jangka waktu rata-rata 14 hari
Siklus hormonal dan hubungannya dengan siklus ovarium serta uterus di dalam siklus menstruasi normal:
  1. Setiap permulaan siklus menstruasi, kadar hormon gonadotropin (FSH, LH) berada pada level yang rendah dan sudah menurun sejak akhir dari fase luteal siklus sebelumnya
  2. Hormon FSH dari hipotalamus perlahan mengalami peningkatan setelah akhir dari korpus luteum dan pertumbuhan folikel dimulai pada fase folikular. Hal ini merupakan pemicu untuk pertumbuhan lapisan endometrium
  3. Peningkatan level estrogen menyebabkan feedback negatif pada pengeluaran FSH hipofisis. Hormon LH kemudian menurun sebagai akibat dari peningkatan level estradiol, tetapi pada akhir dari fase folikular level hormon LH meningkat drastis (respon bifasik)
  4. Pada akhir fase folikular, hormon FSH merangsang reseptor (penerima) hormon LH yang terdapat pada sel granulosa, dan dengan rangsangan dari hormon LH, keluarlah hormon progesteron
  5. Setelah perangsangan oleh hormon estrogen, hipofisis LH terpicu yang menyebabkan terjadinya ovulasi yang muncul 24-36 jam kemudian. Ovulasi adalah penanda fase transisi dari fase proliferasi ke sekresi, dari folikular ke luteal
  6. Kedar estrogen menurun pada awal fase luteal dari sesaat sebelum ovulasi sampai fase pertengahan, dan kemudian meningkat kembali karena sekresi dari korpus luteum
  7. Progesteron meningkat setelah ovulasi dan dapat merupakan penanda bahwa sudah terjadi ovulasi
  8. Kedua hormon estrogen dan progesteron meningkat selama masa hidup korpus luteum dan kemuadian menurun untuk mempersiapkan siklus berikutnya.[](TRH)